Di persepakbolaan indonesia, yang namanya kerusuhan antar supporter maupun kerusuhan antara supporter dengan aparat keamanan sudah sering terjadi. Kerusuhan yang terbaru adalah pada pertandingan Copa Indosesia babak Perempat final leg kedua antara Persebaya Surabaya sebagai tuan rumah melawan Arema Malang sebagai tim tamu. Bonekmania kepanjangan dari” BONdo NEKat ” yang merupakan supporter Persebaya Surabaya benar-benar nekat. Pada akhir pertandingan, Bonek merangsek masuk ke tengah lapangan. Spontan para pemain kedua kesebelasan langsung berlarian menuju kamar ganti pemain masing-masing untuk menyelamatkan diri. Ketidak puasan supporter Bonek dilampiaskan dengan membakar spanduk, papan reklame dan melempari petugas dari kepolisian dengan batu. Kerusuhan brutal pun tak terelakkan. Disana terlihat para bonek banyak yang terluka dan juga bapak aparat ada yang kepalanya bocor kena lemparan batu Bonek.
Kerusuhan ternyata belum selesai setelah pertandingan usai. Kerusuhan meluas ke luar stadion. Bagian dari stadion Tambaksari Surabaya dibakar masa Bonek. Tidak hanya itu, beberapa mobilpun ikut dibakar juga. Mobil lapangan milik ANTV yang sedang meliput pertandingan pun tak luput dari amukan masa. Malam itu bener-bener menjadi tragedi sepak bola nasional.
Kejadian itu menjadi tamparan bagi semua pihak. khususnya PSSI, BLI, Komdis, Persebaya, Bonekmania, Aparat keamanan Surabaya serta Pemerintah Surabaya. Bagi PSSI langsung kena imbasnya, yaitu mendapat peringatan keras dari AFC sebagai induk organisasi sepak bola Asia. AFC akan meninjau kembali rencana tuan rumah penyelenggara Piala Asia 2007 mendatang. AFC menginginkan adanya sanksi keras dari komdis PSSI terhadap persebaya maupun Bonekmania. Kerugian lain yang dirasakan tentulah materi. kerugian ditaksir miliaran rupiah.
Siapa yang salah dari kejadian ini? tentu siapa saja akan saling tuding siapa yang salah. aksi saling tuding tidak akan selesai-selesai dan akan membuat situasi semakin kacau. Yang jelas pihak-pihak yang terlibat harus diberi sanksi tegas dan setimpal.
Akankah kerusuhan seperti ini terjadi lagi di waktu-waktu mendatang? Agar kerusuhan serupa tidak terulang lagi, hendaknya semua pihak introspeksi diri. Para supporter belajar untuk menjadi supporter yang dewasa yang disegani oleh supporter lain dan semua pihak. Jangan mudah terprovokasi dengan kata-kata maupun tindakan provokatif. Sebelum nonton, niatkan dengan hati yang bersih. Peluang sepakbola cuma ada 3, Menang , seri dan kalah. Kalau kekalahan menjadi biang kerusuhan tentulah 30 % pertandingan sepak bola akan rusuh, jadi tidak rusuh harus 100 %. Klo nonton aman tidak ada kerusuhan dan para supporter atraktif, tentu akan terlihat enak ditonton meskipun timnya kalah. Dan bagi pihak aparat keamanan, kalau sudah ada tanda-tanda akan adanya kerusuhan harus sigap dan tanggap. cepat-cepat antisipasi. Bagi manajemen kelompok supporter hendaknya sering-sering memberikan pengarahan maupun training-training nonton sepak bola yang baik.
Mari kita galang persahabatan antar SUPPORTER INDONESIA.
Saya ucapkan bagi pendiri CORNEL yang sudah melakukan Gathering di Jakarta. Teruskan perjuanganmu sampai nonton bola benar-benar aman dan menghibur.


