Archive for Impression

Panik saat detik-detik kelahiran sang bayi …..

Hamdan Syakuro ( Anakku )

Anda pernah panik saat istri akan melahirkan? Pertanyaan ini khusus untuk yang sudah berkeluarga tentunya. Bagi yang belum berkeluarga sudah bisa ditebak jawabanya.
Setelah pulang kantor tepatnya waktu maghrib tanggal 31 Juli 2006, istriku menceritakan keluahanya padaku kalau lagi sakit perut. Jam 1/2 8 malam aku pergi ngaji ke daerah wonorejo. Istriku aku tinggal sendirian di rumah karena aku pikir cuma mules aja. Tempatnya lumayan jauh. Kurang lebih 45 menit kalau ditempuh dengan sepeda motor.

Sepulang dari ngaji sekitar pukul 11 malam, ternyata istriku masih sakit perut. Rasanya mules. Dia cerita klo sebelumnya telpon mamanya nanyain tanda-tanda akan melahirkan. Tetapi karena hari perkiraan lahirnya masih tanggal 21 agustus, mamanya menduga kalau salah makan. Memang sorenya makan sayur nangka yang pedas. Dan mama nyaranin kalau esoknya belum sembuh juga supaya pergi ke dokter. Karena sudah lelah sekali, kami pun tidur.

Waktu istriku ke kamar mandi buang air dan mau wudhu, darahpun keluar. Spontan istriku membangunkan aku. Ternyata sepanjang malam, dia nggak tidur menahan rasa sakitnya. Yang aku tanyakan dalam hati, kenapa istriku tidak membangunkan aku? Ternyata istriku tidak ingin mengganggu tidur suaminya. Benar-benar diluar dugaanku istri sampai melakukan seperti itu.

Mengetahui akan melahirkan, akupun cepat-cepat sholat shubuh dan telpon taksi. Aku telp berkali-kali pake HP ku nggak nyambung-nyambung. Aku jadi panik sekali karena dan mo keluar bayinya. Aku pikir karena pulsanya tinggal sedikit jadi nggak bisa terhubung. Aku diam merenung sejenak sambil mikir. Ternyata no kontak taksinya tidak aku tambah dengan no kode area 0271. jadi pantas saja kalau nggak tersambung. Taksi nggak lama lagi akan datang. Sambil menunggu aku pun menghibur istriku dan memberikan semangat untuk menahan dulu supaya tidak bayinya tidak keluar dirumah.

Setengah jam aku tunggu taksinya nggak datang2 juga. Aku telpon lagi eee ternyata sopirnya bingung cari alamat rumahku. Aku pandu si sopirnya untuk menuju rumahku. jam 1/2 6 pagi taksi datang. Kami berangkat hanya dengan membawa 1 stel pakaian istriku dan sedikit uang. Dijalan aku pun belum mikir mo saya bawa kemana istriku itu. sambil mikir2 akhirnya pas di Kartasura, Aku bilang ke sopirnya untuk menuju Rumah Sakit Islam Surakarta. Jam 6 kurang 10 menit, kami telah sampai ri Rumah Sakit. Kepanikanku pun sudah turun drastis karena dah ada yang menanganinya.
Aku segera mengurus di pendaftaran pasien. habis itu Bidan minta kain untuk alasnya. Karena ga ada persiapan sama sekali, aku pun nggk bawa. Aku coba keluar beli kain. Dan alhamdulillah dapat dan segera aku kasihkan ke bidan. Setelah di cek, ternyata istri sudah bukaan lengkap tinggal lahir aja. Tanpa pikir panjang aku langsung rekomendasikan dokter jaga di situ untuk menanganinya.

Alhamdulillah jam 6.15 pagi tanggal 1 Agustus terdengar suara tangis bayi dari kamar bersalin istriku. Bayi laki-laki yang masih berlumuran darah itu segera ditunjukkan ke aku dan setelah itu dimandikan. Setelah selesai dibersihkan dan diberi popok, aku segera menuju kamar bayi untuk adzan dan iqomat di telinga kanan dan kiri anakku itu. Bahagia campur haru menyelimuti perasaanku. Setelah dua jam berlalu, aku pun cepat-cepat memberitahukan orang tua dan sanak sodara. Saat kuberitahu, mertua nggak percaya kalau dah melahirkan. proses itu maju 20 hari dari perkiraan. Allah itu maha kuasa.

Untuk mensyukuri nikmat Allah ini, kami melakukan Aqiqah 2 ekor kambing. Semua keperluan termasuk penyaluran ke Panti Asuhan anak yatim, aku serahkan ke Rumah Aqiqah Sumber Solo. Waktu itu juga, anak itu kami beri nama Hamdan Syakuro yang artinya Hamba yang selalu memuji Tuhan-Nya dan selalu bersyukur. Dengan harapan semoga anak kami kelak memiliki sifat seperti itu.
Amin ya Rabbal `alamin.

Comments (6) »