Archive for October, 2006

Dapat teman baru lagi

Beberapa hari yang lalu, saya buka-buka lagi blog saya di http://gestway.wordpress.com. Di artikel saya tentang “Panik Saat Detik Detik Kelahiran Sang Bayi “, ada komentar dari seseorang yang tidak aku kenal sebelumnya. Dia terkesan dengan apa yang terjadi padaku waktu itu dan dia cerita kalau dirinya banyak persamaan denganku. Ternyata kantornya dia bekerja tidak jauh dari kantorku. Kurang lebih 200 meter. Namanya Amri Alamsyah. Dia kerja bagian Investment Banking di Panin Bank. Gedungnya kelihatan kalau dilihat dari ruang kantorku yang di lantai 19 itu. Aku mencoba untuk menghubunginya untuk mengucapkan terima kasih atas komentarnya di blog ku. Akhirnya kamipun saling kirim email tiap hari.

Jum`at siang tanggal 13 oktober 2006, aku kontak dia untuk memberitahukan kalau aku mau ketemu dikantornya sore nanti sepulang kerja. Karena kebetulan dia juga nggak ada acara, kami pun sepakat untuk ketemu di masjid sebelah Bank Panin. Jam 5 sore, Aku mulai berjalan menyusuri penggiran jalan Sudirman menuju Bank Panin. Sampai di masjid, Amri belum keluar kantor. Akhirnya dia sms saya menyuruh saya untuk menunggunya sampai jam setengah 6. Aku menunggunya di dalam masjid sambil membaca Al-Quran. Tak lama kemudian dia pun datang menghampiriku. Waktu itulah kami pertama kali bertatap muka. Dia langsung mengajakku ke belakang masjid untuk buka bersama. Setiap hari di masjid itu ada buka bersama untuk umum. Jadi siapa saja boleh ikut berbuka disitu.

Kumandang adzan terdengar dan semua yang hadir di situ mulai menikmati hidangan yang telah disediakan. Hidanganya ada kurma, bakwan, arem-arem serta teh hangat. sambil menikmati makanan itu, kami berdua cerita tentang masing-masing. Setelah selesai makan, shalat berjamaah dimulai. Setelah shalat, kami melanjutkan ceritanya. Setelah itu kami pun pulang ke rumah masing masing. Aku diantar sampai pinggir jalan untuk menunggu mobil omprengan.

Comments (1) »

Jumpa Teman Lama ….

Jum`at pagi tanggal 13 Oktober 2006, seperti biasa aku naek bus AC 05 menuju tempat kerja di sudirman. Ketika bus mau masuk tol bekasi barat, banyak penumpang yang masuk. Salah satu dari mereka ada seorang lelaki berambut gondrong yang aku kenal tapi agak lupa lupa ingat. Aku coba memanggil namanya. Setelah itu kami berpandangan dan dia nanya “Kamu anak fisika 98 ya?” Aku jawab ” Betul mas Namaku Joko angkatan 98″. Dia ingat kalau aku teman kuliah dulu tapi sepertinya dia agak lupa namaku. Namanya Satriawan Bagus. Dia dulunya mahasiswa Fisika MIPA UNS angkatan 97. Kami memang beda angkatan tapi kami kenal akrab meskipun beda angkatan. Semua mahasiswa mulai angkatan 97, 98, 99 dan 2000 saling mengenal. Hal ini disebabkan waktu Ospek dulu ada acara pengakraban dan waktu kuliah banyak mahasiswa angkatan atas yang sering mengulang mata kuliah sehingga lama2 jadi akrab.

Selama perjalanan ke kantor kami cerita tentang kabar masing masing. Dia kaget ketika aku bilang padanya kalau disini tinggal ma anak istri. yaa… karena belum terlalu lama saya sudah banyak berubah mulai dari bentuk fisik sampai sudah berkeluarga. Dia cerita kalau sekarang kerja di PT. Indika Cipta Media, Sebuah perusahaan periklanan di Gedung Mitra lantai 9 Jl. Gatot Subroto Jakarta.
Kami masing-masing juga menceritakan kabar teman teman seangkatan. Aku menanyakan tempat tinggal teman2 yang dijakarta padanya untuk menjalin silaturahim lagi yang beberapa lama ini terputus. Alhamdulillah aku dapatkan kontak teman2 yang tinggal di Jabotabek.

Setelah lama bercerita, bapak kondektur bus pun sampai pada kami. Kami sama-sama mengeluarkan uang untuk bayar tapi mas Bagus bayarin saya. Aku berterima kasih sekali. Tak lama kemudian bus pun nyampai di kantornya mas Bagus. Selang beberapa menit, aku pun juga nyampe kantor. Kantor kami memang tidah berjauhan. Sesampai dikantor masing-masing, kami meneruskan pembicaraan melalui Yahoo Messanger yang ID YM nya baru saja dikasih tahu di bus tadi. Setelah beberapa menit ngobrol di YM, akhirnya kami mengakhiri pembicaraan dan mulai melakukan aktivitas masing-masing.

Comments (2) »

Naik mobil omprengan aja ahh …

Sebulan lebih aku naik bus AC 05 untuk berangkat dan pulang kantor dengan berdiri dan penuh sesak. Kondisi ini membuat kakiku benar-benar pegal. Apalagi diperparah dengan adanya kemacetan lalu lintas. Kaki tambah pegal saja terasa mau turun dan duduk dipinggir jalan hehhe. Akhirnya akupun mencari alternatif lain untuk mengatasi masalah ini.

Setiap hari pas nunggu bus untuk pulang, kulihat banyak orang-orang naik ke mobil pribadi. Aku mencoba unutk mencari tahu apa yang terjadi. Ternyata mereka naik mobil omprengan. Aku coba-coba nanya berapa ongkosnya dan ternyata ongkosnya tidak terlalu mahal cuma Rp 7.000. Lebih mahal sedikit dengan bus. Daripada kaki jadi pegal dan biaya tukang pijit, lebih baik ikut mobil omprengan.

Setelah mencoba naik omprengan, ternyata lumayan nyaman. Aku bisa duduk dan dengerin musik dari tape mobilnya serta lebih cepat. Kalau mobilnya bagus, Ac nya pun juga lumayan sejuuk hehehehh. Mobilnya ada Super Carry, Zebra serta APV. Sampai hari ini aku belum menemukan mobil omprengan BMW hahahhaha….. Kalau ada mungkin aku akan naik itu terus deh.
Dengan adanya mobil omprengan itu jelas membantu sekali meringankan bebanku. AKu ucapkan terima kasih sekali pada bapak-bapak yang ngompreng.

Comments (3) »