Archive for September, 2006

Tidak semua pengamen menyebalkan

Pernahkah anda ketika berada di dalam bus tiba-tiba muncul pegamen yang menyebalkan?
Banyak sekali para penumpang tidak suka akan kehadiran pengamen di dalam bus, karena banyak sekali pengamen suaranya nggak karuan, sering memaksa penumpang, dll. Saya sendiri kadang merasa nggak nyaman dengan kehadiran pengamen semacam itu.

Beberapa waktu lalu saya naik bus Taruna dari Kartasura menuju Semarang. Waktu itu cuaca begitu panas sehingga hampir semua penumpang merasa kegerahan. Yaach karena nggak ada Ac nya. Ketika bus mulai memasuki terminal Bawen, sekelompok orang memasuki bus yang aku tumpangi. Jumlah mereka 4. Cukup banyak untuk ukuran pengamen karena biasanya 1 atau 2 orang saja. Mereka ada yang membawa gitar, ketipung, cuk dan gitar bass besar.

Mereka mulai menyajikan lagu campur sari yang judulnya Kelinci Ucul. Suara dan musicnya begitu bagus. Saya merasa terhibur mendengarkanya. Ternyata sebagian penumpang juga merasa terhibur. Hampir semua penumpang memberi uang. Ada yang 500, 1000, dan cepek. Karena terhibur, aku pun ikut memberinya.

Tidah cuma satu lagu yang dibawain oleh mereka. ada 3 lagu yang mereka bawakan. semuanya enak didengar. aku sangat suka lagu Semalam di Cianjur yang mereka bawakan. Benar benar menghibur para penumpang. Mereka ngamennya juga sopan… Jadi tidak semua pengamen itu Menyebalkan ! Ketika anda Bete di dalam bus, anda mungkin akan terhibur dengan kehadiran pengamen yang sopan dan lagunya merdu…

Comments (2) »

Memakmurkan masjid

Beberapa hari ini saya diajak teman kantorku namanya mas Aryo untuk menemani ke kantor Astra International di Sunter. Disana kita melakukan instalasi dan trouble shooting product Ebdesk. Jam 12 kurang, Temanya mas Aryo yang kerja di Astra mengajak kami shalat ke masjid seberang jalan.
Masjid itu namanya Masjid Astra karena yang membangun perusahaan Astra. Masjidnya cukup besar dan megah. Disana kulihat banyak sekali jamaah memenuhi masjid. Mayoritas adalah para pekerja perusahaan Astra dan anak cabangnya. Dikawasan itu banyak sekali perusahaan anak cabangnya Astra seperti Astra Honda Motor, Astra Nissan Diesel , dan masih banyak lagi.

Setelah shalat dhuhur berjamaah, para jamaah mendengarkan kajian yang diselenggarakan tiap hari. Hari kamis tgl 28 sept 06, yang ngisi kajian adalah Ust. Valentino Dissi seorang pengusaha dan pernah mendapatkan penghargaan sebagai manager termuda. Waktu itu beliau menyampaikan tentang bagaimana untuk mencapai kesuksesan bisnis. Kajian yang disampaikan menarik sekali dan semua jamaah mendengarkan dengan antusiasya.

Setelah selesai, saya baca-baca di papan pengumuman. Di tempat itu ditempel banyak sekali pengumuman. Semuanya tentang kegiatan kajian di masjid itu. Ternyata masjid itu begitu makmurnya. Jarang kutemua masjid semakmur itu. Yang sering kutemui sedikit sekali jamaah yang shalat di masjid masjid waktu dhuhur dan ashar apalagi shubuh.

Semoga tulisan ini bisa menggugah kita untuk lebih memakmurkan masjid. Kalau bukan kita, siapa lagi…? Mari kita bersemangat untuk memakmurkan rumah Allah.

Comments (3) »

Kerasnya hidup demi sesuap nasi

Hari ini, belum genap sebulan aku tinggal di Bekasi. Perbedaan keadaan yang menyolok antara kehidupan di Bekasi dengan di Solo sangat terasa. Perbedaan yang paling kelihatan yaitu saat aktivitas kerja dari berangkat sampai pulang.

Di solo, saya kerja di perusahaan eksportir furniture PT. Indonesia Antique yang terletak di Laweyan. Karena batas masuknya jam 8:30 dan jarak tempuh dari rumah saya yang terletak di Perumahan Malangjiwan 2 Colomadu ke tempat kerja kurang lebih 15 – 20 menit, maka setiap hari saya berangkat dari rumah jam 8 pagi. Selama perjalanan, arus lalu lintasnya lancar. Pulang kerja sampe rumah pas maghrib.

Sekarang ini saya kerja di PT. Ebdesk yaitu perusahaan pembuatan software corporate portal. Saya ditempatkan di kantor pusatnya yaitu di Menara Sudirman lantai 19. Karena saya tinggal di Rawalumbu Bekasi, Jarak tempuh ke kantor pun cukup jauh. Saya berangkat dari rumah jam 6:30 naik bus AC 05 jurusan bekasi Blok M dan sampai di kantor sering tidak pasti yaitu antara jam 8 – 8:30. Selama perjalanan seringkali macet mulai dari pintu tol Bekasi Barat sampai kantor. Apalagi saya hampir tiap hari tidak mendapat tempat duduk alias berdiri. Tidak cuma itu, jumlah penumpangpun membludak terus sampai berdesak desakan. Waktu pulangpun sama juga sehingga sampe rumah paling cepat jam 8 malam dan badan benar-benar loyo. Tadi malam saya nyampe rumah jam 10 malam. Karena malam libur, jalan-jalan macet total. Kondisi kemacetan ini sampai detik ini belum teratasi meskipun usaha sudah dilakukan pemerintah DKI.

Kondisi seperti itu, sebenarnya saya sudah mengetahui. Karena demi keluarga, sekeras apapun insya Allah akan saya jalani. Jalan hidup seperti ini tidak semata-mata skenario saya melainkan kehendak Allah. Semoga saya diberi kekuatan, kesehatan, kesabaran, keikhlasan dan barokah. Amiin.

Comments (8) »